Minggu, 18 September 2011

SEJARAH DAN DEFINISI HUBUNGAN MASYARAKAT (By Monika Wutun)


Masalah : banyak kalangan belum memahami secara benar tentang tugas humas/PR.
SEJARAH
Dimulai :
1)    Zaman Romawi kuno dengan slogan opini publik “Vox Populi Vox Dei”
2)    Sejak 1800 SM di Mesopotamia dengan selebaran kepada para petani tentang cara menuai padi.
Gejala humas :
©      Hubungan seseorang dengan orang lain.
©      Hasrat seseorang untuk memberitahukan sesuatu kepada orang lain / anjuran seseorang pemimpin kepada pihak pengikut / upaya untuk pengaruhi yang lain.
Konsep humas yang kita kenal sekarang ini:
©      Citra baik (good image)
©      Itikad baik (Good will)
©      Saling pengertian (Mutual Understanding)
©      Saling mempengaruhi (Mutual Confidance)
©      Saling menghargai (Mutual Appereciation)
©      Toleransi (Tolerence)
3)    Zaman Gilda di Eropa
Ada perkumpulan niaga – berusaha tingkatkan produksinya dan memperluas pasaran kepada publik tentang kualitas, manfaat dan sebagainya. Ada juga pelayanan publik (service) dengan menyediakan barang terbaik dan bermanfaat.
Perkembangan Humas di Amerika dan Eropa
Publik relation dengan pengertian yang sekarang ini (sebagai konsep) lahir di Amerika Serikat, istilah itu disampaikan oleh Thomas Jefferson pada kongres ke-10 tahun 1807 tapi dikaitkan dengan foreign relation.
Yale Law School
Sambutan pada hari wisuda dengan judul “The Public Relation and Duties of The Legal Proffesion.”
Istilah PR dicantumkan dalam year book of railway literature.
Ada Ivy Ledbetter Lee, seorang jurnalis pada surat kabar mau atasi krisis pada perusahan tambah batu bara di AS. Lee menengahi konflik antar pekerja dana industriawan. Gagasannya ditawarkan dengan syarat :
1)    Ia diberi kedudukan dalam manajemen puncak (top management).
2)    Ia diberi wewenang penuh untuk menyebarkan informasi faktual yang patut diketahui khalayak.
Gagasan Lee dinamakan declaration of principle (deklarasi asas-asas). Karya Lee menjadi salah satu pedoman utama mengenai fungsi kehumasan.
Selain Lee ada ahli lain yang memberikan sumbangsih dalam perkembangan humas : Paul Garret, T.J Ross, Eric Johnston, Arthur W. Page, Carl Byoir, dan Vene Burnett.
Ada Sir Stephen Tallents
©      Presiden pertama lembaga formal yang bertujuan kembangkan bidang kehumasan.
©      Perkenalkan buah-buahan produk INggris agar lebih dikenal oleh rakyat sendiri dan melalui Film, Pameran dan poster.
©      Penghargaan kehumasan dengan namanya : Sir Stephen Tallent Medal yang dianugerahkan oleh Institute Of Public Relation
Di Tahun 1948 :
©      Di inggris lahir Institute Of Public Relation.
©      Di Amerika Serikat : Public Relaton Society of America.
Tabel perkembangan sejrah PR (Maria Assumpta Rumani) :
NO
Masa / Waktu
Perkembangan Humas
1.
Abad 19
PR Amerika dan Eropa merupakan program studi mandiri, didasarkan pada perkembangan iptek.
2.
1865-1900
Publik masih dianggap bodoh.
3.
1900 - 1918
Publik diberi informasi dan dilayani.
4.
1918 - 1925
Publik diberi pendidikan dan dihargai.
5.
1925
Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi.
6.
1928
Di Belanda, memasuki pendidikan tinggi, dan minimal di Fakultas sebagai mata kuliah wajib. Di samping itu, banyak diadakan kursus-kursus bermutu.
7.
1945 - 1968
Publik mulai terbuka dan mulai banyak mengetahui.
8.
1968
Di Belanda mengalami perkembangan pesat, lebih ke arah ilmiah, karena penelitian yang rutin kontinue.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
9.
1968 - 1979
Publik dikembangkan di berbagai bidang.
10.
1979 - 1990
Profesional / internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan kualitas.
11.
1990 – sekarang
©   Perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan pola perilaku secara nasional dan internasional.
©   Membangun kerja sama secara lokal, nasional, internasinal.
©   Saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, Iptek sesuai kebutuhan era global/Informasi

Perkembangan Humas di Dunia Ketiga
Di negara dunia ketiga komunikasi sering jadi masalah, karena keterbatasan media modern, sarana transportasi, jauhnya jarak dari satu kota dengan kota lainnya, tingginya jumlah penduduk yang masih buta huruf, suku bangsa yang bervariasi, dan banyaknya hal yang dianggap tabu menjadi batasan bagi komunikasi terbuka.
Yang bisa akses media : kaum elit dan kelas menengah/ berpendidikan tinggi dan memiliki penghasilan memadai – beli surat kabar/nonton tv. Yang akses media 20 : 80 persen.
Standar humas di negara dunia ketiga/berkembang ini beda dengan di dunia barat. Contoh kasus: di Ghana pemirsa televisi proses iklan impor yang tampilkan pakaian nasional Nigeria walaupun awalnya yang mau ditampilkan perusahaan adalah pakaian Ghana.
Contoh tersebut menggambarkan sebuah iklan di negara berkembang sering menimbulkan salah tafsir di kalangan konsumen. Kalau sudah begitu?
Pemerintah negara berkembang menghadapi tantangan humas yang sangat besar. Disini dibutuhkan humas khusus sehingga siapapun yang menjalankan kegiatan humas harus bekerja lebih keras.
Di negara berkembang dibutuhkan praktisi humas yang handal di sektor industri / komersial swasta. Juga di lembaga sipil serta militer.
Ada berbagai macam masalah komunikasi di negara dunia ketiga yang harus dipahami mengingat adanya beberapa hal penting seperti:
1.    Pengelaman sejarah mereka berbeda dari yang dialami oleh negara-negara barat yang sudah maju.
2.    Tradisi dan pola kehidupan di masing-masing negara berkembang bersifat khas sesuai dengan kondisi wilayah dan sejarah.
Media internasional : The Times, Guardian, The Indepence menyebut nama negara berkembang hanya ketika ada masalah atau bencana alam/kemanusiaan.
Perkembangan Humas di Indonesia
Tidak ada catatan pasti tentang kapan profesi kehumasan mulai berkembang di Indonesia. Namun praktek humas sudah ada sebelum kedatangan Belanda.
Humas sebagai terjemahan dari Public Relation baru dikenal di Indonesia pada dekade 1950-an, setelah kedaulatan Indonesia diakui kerajaan Belanda 27 Desember 1949.
Di tahun 1967 dibentuk Badan Kerja Sama (BKM) Antar-Humas Pemerintah yang terdapat dalam Departement Kabinet-Kabinet RI.
Di tahun 1970 wadah kerja sama itu ditingkatkan menjadi Badan Koordinasi (Bakor) Kehumasan Pemerintah.
Pada 13 Maret 1971 dengan diterbitkannya SK Menpen RI No.31 Tahun 1971 singkat Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah diubah menjadi Bakohumas dengan penegasan tugas antara lain:
1)    Mengadakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dan kerja sama antara humas-humas departemen/lembaga negara.
2)    Merencanakan dan melaksanakan kegiatan kehumasan sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah.
Organisasi Bakohumas ini ada di pusat dan daerah (Dati I dan II). Bakohumas di daerah dibentuk berdasarkan Instruksi Menpen No.02/INSTR/MENPEN/1976.
Keanggotaan Bakohumas bersifat fungsional kelembagaan dan sampai saat in anggotanya sebanyak 136 lembaga.
Secara ex officio, pimpinan Bakohumas pusat dijabat oleh Direktur Pembinaan Humas Departemen Penerangan. Sedangkan wakilnya adalah Kepala Biro Humas Departemen Dalam Negeri.
Di Propinsi, Kepala Bakohumas dijabat oleh Kepala Kanwil Departemen Penerangan setempat.
12 Desember 1972 lembaga praktisi humas pertama (individu) adalah Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat). Perhumas dibentuk dengan tujuan meningkatkan keterampilan profesional humas, memperluas dan memperdalam pengetahuan teknik humas dan sebagai wahana pertemuan dan praktisi humas.
Pada dekade 1970-an upaya pengembangan humas indonesia telah melintasi batas tanah air yakni Perhumas tercatat saebagai anggota IPRA (Internasional Association Public Relation).
Pada tahun 1977 turut merintis terbentuknya FAPRO (Federation of the ASEAN Public Relation Organization) yang didirikan di Kuala Lumpur.
Pada 1986 perusahaan / biro konsultan humas telah membentuk APPRI (Asosiasi Perusahan Public Relation Indonesia), dimana sampai tahun 1995 anggotanya telah mencapai 55 perusahan.
Pada 13 September 1996 dibentuk Forum KOmunikasi Hubungan Masyarakat Perbanas (FORKOMAS) yang khusus menghibut para pejabat humas di lingkungan perbankan. Di 1996 terhimpun 30-an bank dari 240 bank di Indonesia.
Direktoran Pembinaan Hubungan Masyarakat DEPEN RI merumuskan fungsi humas sebagai berikut:
1)    Melaksanakan hubungan ke dalam yaitu pemberitan pengertian tentang segala hal mengenai departemen penerangan terhadap internal publik yaitu para karyawan.
2)    Melakukan hubungan keluar yaitu pemberian informasi tentang segala hal mengenai departemen penerangan terhadap eksternal publik yaitu masyarakat umum.
3)    Melakukan penelaahan serta pembinaan pendapat umum melalui hubungan-hubungan khusus dengan unsur-unsur lembaga masyarakat.
4)    Melakukan pembinaan serta bimbingan untuk mengembangkan kehumasan sebagai media penerangan.
5)    Menyelenggarakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi serta kerja sama kegiatan hubungan kemasyarakatan untuk menyempurnakan pelayanan penerangan terhadap umum.
Kecenderungan kegiatan kehumasan di Indonesia akan menyamai kegiatan Kehumasan di negara maju sudah makin tampak. Selain Depen hampir semua instansi dan perusahaan di Indonesia dilengkapi humas. Pendidikan kehumasan juga disadari penting baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Fakultas Publistik Unpad di Bandung dan Univ Islam Nusantara pada tahun 1983 dan 1984 telah membuka Fakultas Ilmu KOmunikasi dengan humas sebagai salah satu jurusannya.

DEFINISI HUMAS MENURUT PARA AHLI
Sampai 1970-1980 tercatat ada kurang lebih 2.000 definisi Humas.
Menurut kamus terbitan Institute of Public Relation (IPR)  (Lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, Humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara satu organisasi dengan segenap khlayaknya.
Menurut kamus Fund and Wagnal, American Standart Desk Dictionary terbitan tahun 1994, istilah humas diartikan sebagai segenap kegiatan dan teknik kiat yang digunakan oleh organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara sesuatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan sepak terjangnya.
Perngertian humas dalam Webster News International Dictionary, Humas adalah suatu kegiatan dari pada suatu organisasi untuk menciptakan dan memelihara hubungan-hubungan yang sehat dan produktif dengan publik tertentu, sehingga terdapatlah persesuaian dengan lingkungan sekelilingnya yang berkepentingan.
Definisi-definisi tersebut mengindikasikan humas harus menggunakan manajemen berdasarkan tujuan dimana dalam mengejar tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang dicapai harus bisa diukur secara jelas mengingat humas adalah suatu kegiatan yang nyata.
Humas merupakan kegiatan / aktivitas yang prosesnya melalui tahapan Penelitian, Perencanaan, Pelaksanaan yang tepat serta Evaluasi Penilaian.
Roberto Simoes (1984) mendefinisikan humas ke dalam tahapan berikut ini:
1)    Humas merupakan proses interaksi. Humas menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak.
2)    Humas adalah fungsi manajemen. Humas menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga atau organisasi dengan publiknya baik internal maupun eksternal. Hal ini merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen pencapaian tujuan organisasi.
3)    Humas merupakan aktivitas di berbagai bidang ilmu. Humas menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan goodwill, kepercayaan, dan saling pengertian serta  citra yang baik dari publiknya.
4)    Humas merupakan profesi profesional dalam bidangnya. Juga merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus-menerus. Humas merupakan kelangsungan hidup dari organisasi yang bersangkutan.
5)    Humas merupakan penggabungan dari berbagai ilmu. Humas menerapkan kebijaksanaan dan pelaksanaannya melalui interpretasi yang peka atas berbagai peristiwa.
Irving Smith Kogan,BS dalam Public Relation Modern Business Serie mendefinikan humas sebagai fungsi manajemen yang mengidentifikasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur suatu organisasi dengan/atas dasar kepentingan publik.
Dr.Rex F. Harlow dalam bukunya A Working Defenition  mengatakan Humas adalah fungsi manajemen yang khas yang:
©   Mendukung dan memelihara jalur bersama bagi komunikasi,
©   Pengertian, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan khalayaknya,
©   Melibatkan manajemen dalam permasalahan atau persoalan,
©   Membantu manajemen memperoleh penerangan mengenai dan tanggap terhadap opini publik,
©   Menetapkan dan menegaskan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan umum,
©   Menopang manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif dalam penerapannya sebagai sistem peringatan secara dini guna membantu mengantisipasi kecenderungan dan menggunakan penelitian serta teknik-teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai kegiatan utama.
F.E. Holander dalam Doelmating Bedrijfsbeheer (1952) mendefinisikan humas adalah membangun hubungan baik secara sistematik antara kelompok publik atau orang bahwa kelompok ini mempunyai ikatan atau ketergantungan.
Horward Bonham dari American National red Cross mengatakan humas merupakan seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap seseorang atau suatu organisasi atau badan.
E.L Berneys dari AS (1956) mengatakan humas merupakan upaya dengan menggunakan informasi persuasi dan penyesuaian untuk menghidupkan dukungan publik atas suatu kegiatan atau suatu sebab.
Etc….
The International Public Relation Association (IPRA) mendefinisikan humas sebagai fungsi manajemen dari sikap budi/ yang berencana dan bersinambungan/ yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya/ membina pengertian, simpati, dan dukungan mereka/ yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubunganya dengan jalan/ menilai pendapat diantara mereka untuk mengorelasikan sedapat mungkin kebijaksanaan/ tata cara mereka yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas/, mencapai kerja sama yang bersifat produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.
Definisi humas yang disepakati para ahli yang tergabung dalam IPRA  menyatakan dengan tegas humas adalah fungsi manajemen, artinya humas melekat pada manajemen.
Dari berbagai definisi yang ditawarkan maka disimpulkan beberapa persamaan pokok pikiran sebagai berikut :
1)    Public Relation merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill.
2)    Sasaran public relation adalah menciptakan opini publik yang menguntungkan semua pihak.
3)    Public Relation merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan.
4)    Public Relation adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan dengan masyarakat melalui proses komunikasi timbal balik.
Pada intinya humas/PR berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan akan memunculkan dampak berupa perubahan positif.
PR berlaku untuk semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun non komersial, publik pemerintah maupun privat/swasta.
SALAH PENGERTIAN TENTANG PR
1)  PR adalah personal relation
Untuk menjadi PR harus memiliki kemampuan membina hubungan secara pribadi. Hal ini tidak seluruhnya salah tetapi bukan itu saja tugas dari seorang PR.
2)  PR adalah propaganda
Memang awal mula akar dari PR dari perang. Pada masa perang memang PR digunakan untuk mengirim pesan yang salah untuk mematahkan semangat lawan. Propaganda dilakukan sepihak untuk kepentingan kemenangan satu pihak.
3)  PR adalah publisitas
Hal ini tampak pada lembaga pemerintah. Lembaga pemerintah lebih banyak menggunakan PR nya untuk hal ini. PR tidak lebih digunakan sebagai “press relation” yang tugasnya hanya mempublikasikan kebijakan pemerintah, menyusun jadwal temu wartawan serta membawa wartawan untuk ikut kunjungan ke daerah-daerah.
4)  PR adalah iklan gratis.
Berita yang dimuat di media dianggap sebagai iklan gratis sehingga banyak praktisi pemasaran berupaya memanfaatkan publikasi pers untuk mendapatkan keuntungan iklan secara gratis. Padahal seperti yang diketahui bukan itu tujuan PR dan bukan itupula tujuan berita.
5)  PR adalah menjual senyum.
Untuk menjadi PR harus cantik. Pandai ha…ha..hi..hi... jika hanya ini yang dilakukan oleh PR maka sebuah perusahan pasti akan kehilangan pamornya, apalagi di masa krisis. Pandangan seperti ini masih banyak terjadi dan bahkan pernah diisukan PR sama dengan hostess dengan frekuensi munculnya isu ini juga sering. Jangan anggap PR sebagai obral kemampuan personal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar